Senin, 08 Februari 2010

KESENANGAN YANG MENYISAKAN TANGIS

KESENANGAN SESAAT YANG MENYISAKAN TANGIS

Hujan sehari kemudian diiringi kemarau sepanjang masa, tentu tidak ada manfaatnya, karena dedaunan yang menghijau akan kembali kering, menguning ,untuk kemudian rontok dan mati. Itulah gambaran singkat tentang dunia ini, ia adalah kesenangan sesaat yang menyisakan penderitaan sepanjang zaman. Betapa banyak orang yang terpedaya dengan kesenangan sesaat itu, lalu ia masuk neraka untuk selama-lamanya akibat kekufurannya.
Untuk memperjelas dari ungkapan di atas, marilah kita baca sebuah Hadist di bawah ini, yang mengisahkan sebuah penyesalan penduduk neraka dan kegembiraan penduduk surga :



Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda :

Besok pada hari kiamat, akan didatangkan orang yang paling banyak mendapat kenikmatan duniawi dari golongan penghuni neraka, lalu ia dicelupkan kedalam neraka hanya dengan sekali celupan, kemudian dikatakan kepadanya : “ Wahai anak Adam....! Apakah kamu menjumpai kenikmatan disini, walau secuil ? Ia menjawab : “ Tidak, sama sekali tidak ada kenikmatan di dalamya (neraka)”. Dan didatangkan pula orang yang paling menderita dalam penghidupan dunia dari penghuni surga, lalu ia dicelupkan kedalam surga dengan sekali celupan saja, kemudian ia ditanya : “ Wahai anak adam ...! apakah kamu melihat penderitaan disini, walau secuil ? Ia menjawab : “ Tidak, sama sekali aku tidak melihat sedikitpun penderitaan disini (surga)”. (HR. Muslim)

Dari kisah hadist ini sangat jelas di benak kita, ternyata ketika seseorang terjerumus kedalam jurang neraka, segala kenikmatan yang dimilikinya selama di dunia sudah tidak bermanfaat lagi, ia sudah tidak mampu untuk mengingatnya kembali, dan yang masih tersisa adalah penderitaan abadi yang tiada ujungnya.
Demikian pula, ternyata tidak sia-sia penderitaan orang mukmin didunia ini, walaupun banyak derita yang ia rasakan, Allah membalasnya dengan kenikmatan yang begitu luar biasa di surga, sehingga ia tidak ingat lagi penderitaannya , walau secuil, bahkan mereka berangan-angan seandainya penderitaannya di dunia di tambah, karena mereka tahu akan besarnya pahala yang akan diterima di surga.
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda :

Ketika orang-orang yang mendapat bencana didunia memperoleh pahala pada hari kiamat, maka orang-orang yang sehat ketika didunia berangan-angan seandainya kulit mereka dipotong – potong dengan gunting.
( HR. Tirmidzi )

Mari kita renungkan sesaat sebelum semuanya berakhir,karena penyesalan hanyalah penyesalan, ia datang saat semuanya menjadi terlambat, dimana pada saat itu segala sesuata tiada guna lagi. Hari itu air mata tidak ada nilainya. Anak, suami, istri,kerabat,sahabat, harta, jabatan, tidaklah bisa memberi manfaat, bahkan mereka sengaja melarikan diri untuk menjauh.

W×óéTWTÿ ‚W SÄWÉÞWTÿ bÓ†WÚ ‚WWè WÜéSTÞWTŠ (88) ‚PVMX… óÝWÚ øWTŽVK… WJð/@… xˆ<ÕWÍYŠ xy~YÕWª (89)
Pada hari itu harta , anak , sudah tidak bermanfaat lagi, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat ( QS. As-syua'ro')

W×`éWTÿ QS£YÉWTÿ Sòó£WÙ<Ö@… óÝYÚ Yã~YžKV… (34) -YãTQYÚRK…Wè Yã~YŠVK…Wè (35) -YãYW‰Y™HTW²Wè Yã~YÞWTŠWè (36) QXÔRÑYÖ Mw÷X£`Ú@… óØSä`ÞQYÚ x¡TMXùWÚ`éWTÿ cÜ
Pada hari itu manusia lari dari saudaranya,dari ibu dan bapaknya,dari istri dan anak-anaknya . Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. Abasa : 34-37 )