Senin, 08 Februari 2010

KAYA HATI




ليس الغنى عن كثرة العرض، ولكن الغنى غنى النفس

Tidaklah kaya itu sebab banyaknya harta,Akan tetapi, kaya sesungguhnya adalah kaya hatinya.
(HR. Bukhori Muslim )

Orang kaya harta sangatlah banyak dibelahan bumi ini, tetapi sangat sedikit orang yang kaya hatinya, padahal itu adalah kaya yang hakiki dan asas ketenangan hidup.
Sebagian orang memandang bahwa harta kekayaan adalah jaminan kebahagiaan hidup, jaminan masa depan. Itu adalah cara pandang yang salah; karena banyak sekali orang yang setres justru karena hartanya.

Imam Ibnu Rajab mengatakan :

ولاتحسبن الفقر من فقد الغنى
ولكن فقد الدين من أعظم الفقر

Jangan anda mengira bahwa kefakiran adalah hilangnya kekayaan, akan tetapi hilangnya agama adalah sebesar-besarnya kefakiran.

Rasulullah SAW mengukur kekayaan seseorang bukan ditentukan pada hartanya, akan tetapi ditentukan oleh hatinya. Bermobil mewah akan tetapi dari hasil menipu orang lain, atau mendzalimi teman sendiri, hakikatnya ia adalah miskin. Rumah berlantai sembilan dengan fasilitas lengkap dan serba lux, akan tetapi dari hasil korupsi itu juga disebut orang miskin. Berduit banyak milyaran rupiah bahkan triliyunan, akan tetapi dari hasil membobol bank itu juga miskin. Bukanlah harta yang menjadikan mereka kaya akan tetapi mental benalulah yang menjadikan mereka miskin.
Lebih baik tinggal di rumah gubuk beratapkan daun rumbia, yang dihiasi lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hati yang qona'ah, itu lebih baik dari pada kaya yang tidak sewajarnya, Karena hati yang qona'ah selalu tersenyum walaupun dalam posisi yang terjepit, gubuk yang sempit tidak mampu menjadikannya sesak nafas, karena dadanya lapang dari kesempitan.
Betapa banyak orang yang berumah luas dilengkapi taman yang indah, akan tetapi mereka tetap merasa sempit oleh karena hatinya yang sempit, bahkan ada diantara mereka tidak bisa tidur walaupun berada di atas kasur yang empuk.

ارض بما قسم الله لك تكن أغن الناس

Syukurilah terhadap apa yang anda miliki, maka kamu akan menjadi manusia yang paling kaya.
( HR. Ahmad)

Jadi kata kuncinya adalah qona'ah adalah pangkal kekayaan hakiki, sedangkan tamak adalah pangkal kemiskinan hakiki. Maka dari itu rasulullah mengajarkan kita agar selalu berdo'a supaya diberi kekuatan untuk qona'ah di kehidupan kita ini, do'anya adalah sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ اجْـعَلْ غِنَانَا فِيْ اَنْـفُسِنَا
Ya Allah.. jadikanlah kekayaan kami pada hati kami
( HR.waqi' bin Jarrah )

Untuk makna kaya hakiki yang lebih dalam lagi, syaikh Abdul Qodir Jailani berkata :

Orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup dengan Allah dan berhubungan dengan-Nya. Sementara orang yang fakir adalah orang yang jauh dari Allah dan merasa cukup dari selain Dia. ( Alfathu Ar-Rabbani)

Jadi, orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran, maka ia akan selalu merasa kaya, sedangkan orang yang menjadikan harta sebagai sandaran, maka ia akan selalu merasa miskin.